Ilmu tanpa adab mudah menjadi senjata. Adab tanpa ilmu mudah menjadi formalitas. Di antara keduanya, pesantren merawat jalan tengah: belajar karena Allah, dan bersikap karena Allah.
Kita hidup di masa gelar mudah didapat, tetapi ketundukan kepada guru semakin langka. Padahal dalam tradisi keilmuan Islam, sanad bukan hanya rantai nama. Ia adalah rantai adab.
Guru, Kitab, dan Sikap Duduk
Cara seorang santri duduk di hadapan kitab menggambarkan cara ia kelak berdiri di hadapan masyarakat. Jika di majelis ia sombong, di mimbar ia akan lebih sombong. Jika di majelis ia rendah hati, ilmunya lebih mudah bermanfaat.
Karena itu, pendidikan di Bayt Al-Hikmah tidak berhenti pada capaian angka. Yang lebih diam-diam dijaga adalah: bagaimana seseorang berbicara, meminta izin, dan menerima koreksi.
Latihan kecil yang membentuk
Mengucapkan salam sebelum berbicara. Menyimak sebelum membantah. Menulis faedah sebelum menyebarkan pendapat. Latihan-latihan kecil ini tampak sepele, tetapi dari situlah karakter ulama muda dibentuk.
Jika generasi baru ingin relevan di dunia global, jangan mulai dari jaringan. Mulailah dari adab. Jaringan tanpa adab hanya memperluas kebisingan.
Semoga kita termasuk orang yang ilmunya menambah rendah hati, bukan menambah alasan untuk merasa paling benar.

